KEDUDUKAN HUMAS DI DALAM ORGANISASI
Pendahuluan
Organisasi
merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan kompleks. Didalamnya terdapat berbagai
elemen yang saling berkaitan. Antara elemen memerlukan interaksi agar
organisasi sebagai sistem dapat mencapai tujuannya. Humas adalah salah satu
aspek dari elemen organisasi untuk ikut serta membantu mengelola interaksi
organisasi dengan komponen-komponennya.
Public Relations merupakan
pemikiran yang dipraktekkan secara konsepsional oleh Bapak Public Relations
yaitu Ivy Lee ( Penemu Public Relations Modern) dan mengembangkannya menjadi
objek studi ilmiah oleh para cendikiawan. Deklarasi asas para karyawan,
keterbukaan sebuah organisasi dan terjalinnya komunikasi dua arah menjadi
lahirnya fungsi dari Public Relations.
Public Relations timbul karena
adanya ketergantungan antar individu, individu dan kelompok, maupun antar
kelompok dengan masyarakat. Kualitas informasi dan keintensifan komunikasi yang
terjadi membuat hubungan dalam sebuah Publik menjadi sesuatu yang sangat
penting demi kelangsungan individu, kelompok maupun masyarakat. Hubungan
yang sehat terjadi bilamana terdapat kepercayaan dari publik-publik atas
keterbukaan dan kejujuran sebuah kelompok, organisasi maupun masyarakat.
Pengertian
Hubungan masyarakat ( Public Relations )
Seiring dengan pesatnya pembangunan dalam berbagai bidang dan
memasuki era globalisasi, maka makin terasa pula kebutuhan peran seorang Public
Relations dalam menunjang efektifitas sebuah organisasi. Misalnya dalam bidang
industri, perusahaan, pendidikan, pemerintahan, kerohanian, sosial, ekonomi,
politik, perburuhan dan lain sebagainya.
Public
Relations menyangkut kepentingan setiap organisasi, baik itu organisasi yang
bersifat komersial maupun yang non komersial. Apa yang biasa di sebut sebagai
Public Relations terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara
organisasi yang bersangkutan dengan publik ataupun siapa saja yang menjalin
kontak dengannya.
Public
Relations (PR) menurut Frank Jefkins adalah suatu bentuk
komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. PR menggunakan metode
manajemen berdasarkan tujuan (management by objectives). Dalam mengejar suatu
tujuan, semua hasil atau tingkat kemajuan yang telah dicapai harus bisa diukur
secara jelas, mengingat PR merupakan kegiatan yang nyata. Kenyataan ini dengan
jelas menyangkal anggapan keliru yang mengatakan bahwa PR merupakan kegiatan
yang abstrak. Sedangkan British Institute Public Relations mendefinisikan PR
adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan
dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good will) dan saling
pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.
Selanjutnya
IPR mendefinisikan praktek Public Relations sebagai disiplin dan serangkaian
usaha untuk menjaga reputasi dengan tujuan memperoleh pengertian atau pemahaman
dan dukungan, serta mempengaruhi opini dan prilaku.
Tujuan
Hubungan Masyarakat ( Public Relations)
Mengenai tujuan Public Relations dan
berkaitan dengan definisi-definisi yang telah diuraikan, sudah menunjukan
tujuan dari Public Relations itu sendiri. Menurut Grisworld tujuan PR adalah untuk meningkatkan
kegairahan kerja para bawahan atau para karyawan dan bagaimana membangun
hubungan yang harmonis antara pimpinan dan bawahan yang menekankan pada
internal publik. Tujuan sentral PR yang akan dicapai adalah tujuan
organisasi, sebab PR dibentuk atau digiatkan guna menunjang manajemen yang
berupaya mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuannya
seorang Public Relations harus mengembangkan goodwill dan memperoleh opini
publik favorable atau
menciptakan kerja sama berdasarkan hubungan yang harmonis dengan berbagai
publik. Kegiatan Public Relations
harus dikerahkan ke dalam (internal Public Relations) maupun keluar perusahaan
(eksternal Public Relations).
Konsep
Fungsi Hubungan Masyarakat ( Public Relations )
Dalam
konsepnya, seorang Kepala Public Relations harus mencantumkan dengan jelas
fungsi Public Relations yang digarapnya itu, sebab fungsi itulah yang harus
dijabarkan dalam operasionalisasinya. Dan telah ditegaskan pula oleh Prof. Drs.
Onong Uchjana Effendy, MA dalam bukunya yang berjudul Hubungan
masyarakat suatu studi komunikologis bahwa fungsi Humas
atauPublic Relations adalah :
a. Menunjang kegiatan manajemen
dalam mencapai tujuan organisasi.
b. Membina hubungan harmonis
antara organisasi denganm publik internal dan publik eksternal
c. Menciptakan kombinasi 2 arah
dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan
opini publik kepada organisasi
d. Melayani publik dan menasihati
pimpinan organisasi demi kepentingan umum.
Dari keempat butir diatas jelas
bahwa pelaksanaan fungsi Humas atau Public Relations dilaksanakan
dengan kegiatan komunikasi. Jenis komunikasi yang mana yang dilaksanakan, sudah
tentu bergantung kepada pesan yang akan disampaikan atau disebarkan, dan tujuan
yang akan dicapai.
Konsep-konsep
yang telah dikemukakan sebelumnya mencoba menggambarkan keanekaragaman
pengertian tentang public relations. Untuk lebih memperjelas apa yang dikerjakan
humas atau bagian humas dalam organisasi, fungsi-fungsi humas yang tercantum
dalam booklet PRSA (Public Relations Society of America) dapat memberikan
gambaran yang lebih khusus. Fungsi-fungsi tersebut antara lain :
· Programming. Fungsi
ini antara lain mencakup analisis masalah dan peluang, menentukan goals dan
publik (kelompok orang yang dukungan dan pemahamannya diperlukan organisasi)
serta merekomendasi dan merencanakan kegiatan, dan termasuk didalamnya
pembuatan anggaran, penjadwalan, pembagian dan pendelegasian tugas.
· Relationship. Seorang
praktisi public relations yang berhasil harus mengembangkan keterampilan dalam
mengumpulkan informasi dari manajemen, sejawat dalam organisasi dan dari
sumber-sumber di luar organisasi. Untuk itulah banyak kegiatan humas mensyaratkan
para praktisi untuk selalu bekerja sama dan menjalin hubungan terutama dengan
bagian-bagian lain dalam organisasi seperti kepegawaian, hukum dan pemasaran
serta yang lainnya. Disamping itu, menjaga hubungan dengan pihak luar
organisasi juga sangat penting.
· Writing and
Editing. Sejalan dengan sasaran kegiatan humas, yakni mencapai publik yang
amat besar, alat penting yang dapat digunakannya adalah melalui barang-barang
cetakan. Banyak ragam barang cetakan yang digunakan dalam kegiatan humas
seperti, laporan tahunan, booklets, media releases, newsletter, dan
lain-lainnya. Tulisan yang jelas dan masuk akal sangat penting artinya bagi
ke-efektifan kerja praktisi humas. Sebagian besar pekerjaan humas berkaitan
dengan penulisan dan penyuntingan.
· Information. Membangun
sistem informasi yang baik merupakan salah satu cara menyebarkan informasi
secara efektif. Hal ini berkaitan dengan usaha pengenalan cara kerja berbagai
media atau saluran komunikasi yang ada, termasuk didalamnya, surat kabar, media
elektronik radio dan televisi, serta multi media. Ini akan sangat membantu
pekerjaan praktisi humas, terutama dalam menyebarkan berbagai informasi kepada
publik.
· Pruduction. Fungsi
ini berkaitan dengan kegiatan produksi media komunikasi yang digunakan dalam
menyebarkan pesan-pesan yang dirancang oleh praktisi humas. Untuk itu, praktisi
humas harus memiliki pengetahuan tentang tata letak, tipografi, fotografi dan
hal-hal lain yang berkaitan dengan produksi media komunikasi yang digunakan
dalam kegiatan humas.
· Special
Event. Konferensi pers, pameran, ulang tahun perusahaan, pemberian
penghargaan, kunjungan perusahaan dan sebagainya merupakan kegiatan-kegiatan
yang harus ditangani oleh praktisi humas. Kegiatan seperti ini biasanya
diarahkan untuk dapat menarik perhatian dan memperoleh pengakuan dari publik
terhadap keberadaan perusahaan. Aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian
biasanya berkaitan dengan protokoler, perencanaan dan koordinasi, detail-detail
jadual dengan kegiatan-kegiatannya, serta persiapan publikasi penunjangnya
seperti bokklets, publisitas dan juga laporannya.
· Speaking. Keterampilan
penting yang juga harus dimiliki oleh seorang praktisi public relations adalah
keterampilan berbicara, baik untuk tatap muka individual maupun untuk tatap
muka kelompok (public speaking). Menulis pidato adalah bagian dari tugas humas.
· Research and
Evaluation. Aktivitas penting yang dilakukan seorang praktisi humas adalah
pengumpulan fakta. Banyak cara dapat dilakukan untuk itu. Bisa dilakukan secara
formal maupun informal. Dapat menggunakan berbagai teknik. Penelitian biasanya
digunakan baik pada awal maupun pada akhir sebuah program kehumasan.
Pengevaluasian kegiatan humas juga sekarang mulai memperoleh perhatian yang
semakin besar.
Dari pemaparan tentang konsep
fungsi Public Relations diatas maka dapat disimpulkan bahwa ciri khas proses
dan fungsi Public Relations adalah sebagai berikut :
a. Menunjukan kegiatan tertentu
(action)
b. Kegiatan yang jelas
(activities)
c. Adanya perbedaan khas dengan
kegiatan lain (different)
d. Terdapat suatu kepentingan
tertentu (important)
e. Adanya kepentingan bersama
(common interst)
Kedudukan Public
Relations dalam Organisasi
Bahwa
kedudukan humas/PR adalah menilai sikap masyarkat (public) agar tercipta
keserasian antara masyarkat dan kebijaksanaan organisasi/instansi. Karena mulai
dari aktivitas, program Humas, tujuan (goal) dan hingga sasaran (target) yang
hendak dicapai oleh organisasi/instansi tersebut tidak terlpas dari dukungan,
serta kepercayaan citra positif dari pihak publiknya. Dalam menjalankan
fungsinya seorang PR/Humas, sebagai pejabat humas dituntut untuk memiliki empat
kemampuan, yaitu:
a. Memiliki kemampuan mengamati
dan menganalisis suatu persoalan berdasarkan fkata di lapangan, perencanaan
kerja komunikasi dan mampu mengevaluasi suatu problematic yang dihadapinya.
b. Kemampuan untuk menarik
perhatian, melalui berbagai kegiatan publikasi yang kreatif, inovatif, dinamis
dan menarik bagi publiknya sebagai target sasarannya.
c. Kemampuan untuk mempengaruhi
pendapat umum, merekayasa pandangan atau opini public (crystallizing public
opinion) yang searah dengan kebijakan organisasi instansi yang diwakilinya itu
dalam posisi yang saling mnguntungkan.
d. Kemampuan PR/Humas menjalin
suasana saling percaya toleransi, saling menghargai, good will dan lain
sebagainya dengan berbagai pihak, baik public int/eks
Dan peran ideal yang harus dimiliki oleh praktisi Humas (public relations
practitioner) dalam suatu organisasi/instansi, antara lain:
1) Menjelaskan tujuan-tujuan
(clarifying goals) organisasi kepada pihak publiknya. Tugas tersebut akan
terpenuhi dengan baik, apabila PR/Humas bersangkutan lebih memahami atau
meyakini pesan/informasi yang akan disampaikan itu.
2) Bertindak sebagai radar,
tetapi juga harus mampu memperlancar pelaksanaan public policynya. Jangan
sampai pesan atau informasi tersebut membingungkan atau menghasilkan sesuatu
yang kadang-kadang tidak jelas arahnya, sehingga pesan-pesan akan menjadi sulit
untuk diterima oleh public.
3) Pihak PR/Humas harus
memiliki kemampuan untuk melihat ke depan atau memprediksi sesuatu secara tepat
yang didasarkan kepada pengetahuan akan data atau sumber informasi actual dan factual,
yang menyangkut kepentingan organisasi maupun publiknya.
Peran Public
Relations dalam Organisasi
Proses
peranan Public Relations (tahapan fact finding, planning, communicating, dan
evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. kemudian manajemen
Public Relations dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok
orang-orang yang secara koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk
mencapai tujuan-tujuan bersama.
Strategi sebuah organisasi
(yang membedakan lingkup arah dan tujuan jangka panjang) ditentukan setelah
melakukan analisis dan pengambilan keputusan. Pada umumnya orang, baik
dalam lingkungan atau diluar lingkungan organisasi, akan memberikan kontribusi
pada proses tersebut. Setelah mengembangkan sebuah strategi selanjutnya
mengkomunikasikannya sehingga dapat diimplementasikan dan mendapat dukungan.
Public Relations memiliki peran penting dalam proses tersebut, baik dalam
membantu membangun strategi itu sendiri atau dalam mengkomunikasikannya.
Public
relations berkaitan dengan
pemikiran-pemikiran pada tingkat manajemen. Dalam hal ini berkaitan dengan
bagaimana sebuah organisasi menyusun kebijakan sehingga memperlihatkan sebuah
kinerja yang bertanggung jawab. Ini berkaitan dengan kenyataan bahwa penampilan
yang bertanggung jawab merupakan dasar penerimaan publik terhadap sebuah
organisasi. Kinerja yang bertanggung jawab biasanya dicirikan dengan antara
lain, perusahaan bertindak sesuai dengan kepentingan publik, perusahaan harus
benar secara hukum, dan perusahaan harus berpedoman pada moralitas. Jika salah
satu dari unsur ini dilanggar oleh perusahaan, maka reputasi perusahaan berada
dalam taruhannya.
Masalah
public relations muncul manakala perusahaan melanggar salah satu unsur
tersebut. Ini berarti public relationship sebuah organisasi menjadi tanggung
jawab para pengelola organisasi tersebut. Sehingga tidak salah bila ada yang
mengatakan bahwa perusahaan juga menjalankan kegiatan public relations. Public
relationship sebuah perusahaan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab bidang
Public Relations. Ia harus menjadi tanggung jawab para pemimpin puncak dalam
sebuah perusahaan ataupun organisasi.
Konsekuensi
konsep ini adalah praktisi public relations menjadi penasehat bagi manajemen
sehingga menghasilkan kebijakan yang masuk akal dan bisa diterima oleh publik,
karena kebijakan dan tindakan organisasi sesuai dengan kepentingan publik.
Public relations juga menjadi bagian penting dari pembuat keputusan pada
tingkat korporat, yang ikut membantu perubahan organisasi. Dalam hal ini public
relations harus menjadi bagian dari manajemen puncak dalam sebuah perusahaan
atau organisasi.
Dalam konsep public relations
sebagai fungsi komunikasi, penting difahami bahwa kegiatan utama public
relations adalah melakukan komunikasi. Maka dikatakan bahwa public relations
sebagai fungsi staff khusus yang melayani para pemimpin organisasi, khususnya
dalam membantu organisasi berkomunikasi dengan publik-publiknya. Sebenarnya,
setiap manajer dalam organisasi terlibat dan bertanggung jawab dalam komunikasi
organisasi. Ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa sebenarnya
berorganisasi adalah berkomunikasi. Namun demikian, public relations punya
tanggung jawab tambahan dan spesifik.
Peran
Public Relations tersebut diharapkan menjadi “mata” dan “telinga” serta “tangan
kanan” bagi top manajemen dari organisasi, ruang lingkup tugasnya meliputi:
a. Membina
hubungan kedalam (Publik Internal), yaitu publik yang menjadi bagian dari
perusahaan/organisasi itu sendiri. Efektifitas hubungan publik internal memerlukan suatu kombinasi
antara :
· Sistem manajemen yang
sifatnya terbuka ( open management ).
· Kesadaran pihak manajemen terhadap
nilai dan pentingnya memelihara komunikasi timbal balik dengan para karyawan.
· Kemampuan Public Relations
yang memiliki keterampilan manajerial ( manager skill ) serta berpengalaman.
b. Membina
hubungan keluar (Publik Eksternal), yaitu publik umum atau masyarakat
mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran yang positif publik terhadap lembaga
yang diwakilinya.
Jadi
peranan humas atau Public Relations tersebut dua arah seperti dijelaskan diatas
yaitu beorientasi kedalam (inward looking).
Public
Relations ada untuk memastikan bahwa pesan yang dibawa tepat disajikan kepada
publik.Pesan ini bisa mengenai produk
dan dengan mempertimbangkan :
a. Kinerjanya
b. Perusahaan dan etikanya
c. Kesehatan keuangan
perusahaan
d.
Reputasinya sebagai atasan yang baik dan penuh perhatian
Walaupun
organisasi bisa berjalan tanpa Public Relations, mereka yang menggunakan Public
Relations secara efektif akan lebih mudah menjual produknya, merekrut dan
mempertahankan staf serta berurusan dengan rekan luar organisasinya.
Dalam
setiap kegiatan Public Relations memiliki peranan yang sangat besar. Peranan
Public Relations diharapkan menjadi kepercayaan bagi top manajemen dari
perusahaan, yang ruang lingkup tugasnya antara lain meliputi aktivitas.
Peranan merupakan
aspek dinamis dari suatu status (kedudukan). Apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan
kewajibannya sesuai dengan status yang dimilikinya, maka ia telah menjalankan
peranannya. Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari orang yang
memiliki kedudukan atau status. Antara kedudukan dan peranan tidak dapat
dipisahkan. Dan Tidak ada peranan tanpa kedudukan.
Kesimpulan
Dari
pembahasan yang telah disampaikan diatas kita telah mengetahui betapa
pentingnya kedudukan Public Relations bagi organisasi dan bagi reputasi
organisasi. Perubahan politik, sosial dan teknologi dalam masyarakat luas,
ditambah dengan munculnya ekonomi global, telah semakin mengukuhkan perlunya
program – program Public Relations diterapkan melalui strategi yang teratur
pada setiap tingkatan usaha. Hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah setiap
karyawan atau anggota organisasi merupakan perwakilan dari sebuah perusahaan
atau organisasi, dan segala prilakunya akan mencerminkan citra keseluruhan
perusahaan atau organisasi.
Untuk memberikan rasa nyaman
dalam organisasi. Setiap perusahaan atau organisasi harus memiliki visi dan
aspirasi. Dengan menciptakan, menerapkan, memonitor, dan mengukur strategi
Public Relationsnya yang profesional, sehingga nantinya setiap organisasi dapat
merasa nyaman atas dirinya sendiri, dan para karyawan atau anggota organisasi
juga merasa nyaman terhadap pimpinannya.
DAFTAR PUSTAKA
Beard, Mike., Manajemen Departemen Public Relations, Edisi Kedua,
Penerbit Erlangga, Jakarta, 2001
Dr. Arni, Muhammad., Komunikasi
Organisasi, Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta,
2005
Drs. Suryadi, Strategi
mengelola Public Relations Organisasi, Cetakan Pertama, Penerbit Edsa
Mahkota, Jakarta, 2007
Jefkins, Frank., Public
Relations, Edisi Kelima, Direvisi Oleh Daniel Yadin, Penerbit Erlangga,
Jakarta,
2003
Maya Diah Nirwana, Dasar
– Dasar Public Relations, Penerbit Muhammadiyah University Press, Sidoarjo,
2002
Prof. Drs. Onong Uchjana
Effendy, MA., Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis,
Cetakan Keenam, Penerbit PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001
http://infointermedia.com/search/kedudukan-pr-dalam-organisasi
Komentar
Posting Komentar